Kamis, 30 Oktober 2014

PERJALANAN SEORANG PASKIBRAKA

PERJALANAN SEORANG PASKIBRAKA

          Pengibaran bendera Merah Putih bisa saja gagal. Pasukan 17 akan kacau dan pasukan 8 akan berantakan karena tidak ada yang mengatur tempo berjalan. Bukan karena latihannya tidak pernah serius. Bukan juga akibat kekurangan orang untuk mengisi pasukan. Inilah celakanya bila Ahmad kehabisan suara, sebab dia menjadi komandan pasukan 17.
            Beberapa bulan yang lalu Ahmad, siswa kelas 10 SMAN 7 Tangerang yang mengikuti eskul paskibra di sekolah itu. Pada bulan april diadakan seleksi untuk menjadi paskibraka tingkat provinsi dan nasional. Ahmad pun mengikuti seleksi tersebut. Persyaratan seleksi tersebut adalah tinggi badan untuk putra minimal 170cm, untuk putri minimal 165cm, berat badan untuk putra 70kg, untuk putri  65kg. Ahmad sudah mencukupi semua syarat yang ada. Dia pun bersiap-siap pada hari seleksi, seleksi tersebut akan dilaksanakan di stadion benteng tangerang. Setelah sampai di stadion benteng, ahmad pun segera ke meja daftar ulang. Setelah daftar ulang Ahmad pun menunggu di tengah lapangan. Setelah seluruh peserta sudah datang apel pembukaan pun di mulai.
            Apel pun selesai, kini seluruh peserta di bagi menjadi 4 kelompok. Ahmad termasuk pada kelompok 4 atau kelompok terakhir. Tes pertama yang dilakukan oleh seluruh peserta adalah tes fisik yaitu lari keliling lapangan selama 12 menit, lari membentuk angka 8 selama 12 menit, push up selama 1 menit, sit up selama 1 menit. Seraya menunggu giliran untuk memulai tes, Ahmad pun ingin berkenalan kepada seluruh peserta yang ada.
“Halo, nama saya ahmad, saya dari SMAN 7 Tangerang. Nama kamu siapa?”/
“Halo, nama saya andri, saya dari SMK 6 Tangerang. Senang berkenalan dengan anda.”
“Saya harap kita dapat lolos ke tingkat provinsi ya.”
“Saya harap juga begitu.”
            Setelah berbincang cukup lama dengan andri, akhirnya kelompok mereka mulai melakukan tes. Ahmad berhasil mendapatkan 4 putaran sedangkan Andri mendapatkan 6 putaran, untuk tes lari angka 8 Ahmad mendapatkan 4 putaran sedangkan Andri mendapatkan 7 putaran, untuk pushup Ahmad mendapatkan 30 kali pushup dalam semenit sedangkan Andri mendapatkan 40 pushup dalam semenit, begitu pula dengan situp.
Setelah tes selesai, pada sore harinya panitia tes mengumumkan hasil tes tersebut. Panitia membagi peserta menjadi 2 yaitu yang lolos dan yang tidak lolos. Setelah di umumkan ternyata Ahmad tidak lolos ke tingkat provinsi dan nasional, sedangkan Andri lolos ke tingkat provinsi dan nasional. Ahmad tidak bersedih hati karena dia masih berkesempatan untuk menjadi paskibraka tingkat kota Tangerang.
            1 bulan pun berlalu, walaupun Ahmad tidak terpilih mencadi calon paskibra tingkat provinsi dan nasional, dia tetap akan mengikuti seleksi calon paskibra tingkat kota tangerang. Pada akhir bulan mei Ahmad mengikudi DIKLAT (Pendidikan dan Latihan) dan seleksi paskibraka tingkat kta tangerang, yang bertempat di SMK 4 Tangerang. Sehari sebelumnya Ahmad berkemas untuk barang barang yang akan ia bawa untuk diklat nanti.
            Pada saat diklat Ahmad sedang kurang enak badan, tetapi dia akan berusaha keras agar mendapatkan posisi di paskibraka kota tangerang. Diklat di lakukan selama 3 hari 2 malam. Pada hari kedua di lakukan pantaukhir (pantauan akhir). Ahmad pun terpilih menjad salah satu calon paskibraka kota tangerang.
            Pada akhir juni dimulai lah latihan Ahmad dan 61 temannya untuk menjadi seorang paskibraka. Tetapi Calon Paskibraka tingkat kota hanya membutuhkan 50 orang saja, dan di tingkat provinsi membutuhkan 9 orang. Agar menjadi 50 orang dari 52, ada seleksi lagi, tetapi para calon tidak tahu siapa yang akan di pulangkan. Ahmad merasa khawatir akan dirinya, dia merasa takut. Saat sore hari di umumkan lah siapa yang harus pulang, Ahmad pun senang karena dia tidak di pulangkan, tetapi dia merasa sedih karena telah kehilangan teman yang selama 5 hari ini sudah berlatih bersama.
“Kasihan sekali si Tiwi, dia sudah berlatih keras seperti kita, tetapi dia malah yang di pulangkan” ujar Ahmad
“Iya kasihan sekali dia, kasihan juga si Tyo, dia juga di pulangkan” saut Imam
            Setelah satu bulan latihan bersama yang tingkat provinsi , akhirnya yang tingkat provinsi berangkat ke banten untuk menjalankan latihan bersama dengan calon paskibraka tingkat provinsi dari kota kota lain di banten.
“Selamat berjuang kawan di banten, kami disini mendoakan kalian agar sehat selalu dan saat hari H tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan.” Ujar Ahmad
“Terima kasih Ahmad, kami juga akan mendoakan kalian di kota agar saat hari H tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.” Saut Andri yang telah melakukan seleksi tingkat provinsi bersama Ahmad.
            Tidak terasa sudah tanggal 15 agustus, pengukuhan sudah dimulai. Ada satu teman Ahmad yang orang tuanya tidak datang ke acara ini. Temannya bernama Ayu.
“Ayu, kenapa kamu menangis?” tanya Ahmad
“Orangtuaku tidak hadir pada acara pengukuhan” jawab ayu
“yang sabar Ayu, semoga mereka datang saat pengibaran” saut Ahmad
            Pada malam pelipatan Ahmad merasa tenggorokannya sakit, dia takut suara dia akan habis saat pengibaran. Dia lalu meminta obat, “ka, saya boleh minta obat batuk?”, “untuk apa?” tanya kak richo. “tenggorokan saya terasa sakit kak”,”kamu kan sebagai komandan pasukan 17, nanti kalo kamu minum obat suara kamu akan habis” jawab kak richo.”yasudah, aku tidak akan meminum obat, aku usahakan besok untuk tampil sempurna”,”iya kakak doakan agar besok angkatan kamu menjalanakan tugas dengan benar dan tidak ada hal yang tidak kita inginkan”
            Saat esok harinya pukul 9 pagi upacara pun dimulai. Ahmad merasa gugup karena takut suaranya habis. Upacara pun selesai, ternyata suara Ahmad tidak hilang.

            Janganlah kita merasa pesimis untuk segala sesuatu. Kita harus menjadi optimis untuk mendapatkan hal tersebut